Mari kita ciptakan lingkungan yang bersih dan sehat........ Istilah di atas sering kita dengar dalam suatu masyarakat. Istilah di atas tercipta karena keadaan bumi kita yang semakin hari semakin panas. Itu semua tidak lain terjadi karena ulah manusia....... Memang kita kadang telalu semena-mena memanfaatkan alam ini. Membuang sampah sembarangan, terlalu banyak menggunakan sabun dan detergen, dll. Jadi marilah kita sama-sama menghijaukan kembali bumi ini. TALK LESS DO MORE.......!!!!!! "STOP GLOBAL WARMING.......!!!!!! Belajar sukses!!!!! :-)"

Jumat, 11 September 2009

Jangan Biarkan Puasa Anda Sia-sia Bag. 1


Puasa Ramadhan adalah karunia luar biasa bagi umat Islam. Maka, sungguh merugi, bila puasa yang dikerjakan selama bulan ini tak mendatangkan pahala lantaran tidak sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga”(HR. Ahmad).

Syaikh Abdul Aziz As Sadhan, dalam buku ‘Jangan Biarkan Puasa Anda Sia-Sia!’ -terjemahan dari ‘mukhalafat ramadhan’ menjelaskan berbagai kesalahan-kesalahn yang sering dilakukan ketika bulan puasa. Tulisan beliau, insya Allah mampu membimbing kita dalam mengoreksi berbagai praktik yang salah tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi panduan setiap muslim dalam menjalani bulan penuh berkah ini. Semoga, kita mampu menjalankan puasa sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam; dan tidak membiarkannya sia-sia tanpa mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan dahaga.Selamat membaca!

1. Tetap Makan Sahur Sampai Mendengar Lafazh Adzan : Hayya ‘Alash Shalah

Sebagian orang bila mendengar muadzin mengumandangkan adzan shalat Subuh,mereka baru bangun tidur untuk makan dan minum. Bila Anda menasihati dan menjelaskan bahwa itu salah,mereka akan menjawab bahwa hal itu dibolehkan sampai muadzin mengucapkan: Hayya ‘alash shalah. Bila muadzin mengucapkan kalimat ini, maka makan dan minum tidak dibolehkan lagi. Pendapat ini tentu membutuhkan dalil yang shahih.Setelah kami teliti dan tanyakan, bahwa hal itu tidak ada dalilnya. Bahkan, itu hanyalah perbuatan yang dianggap baik oleh sebagian orang dan tertolak berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

“Barangsiapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan (agama) kami yang bukan berasal darinya, maka itu tertolak.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam lafal riwayat yang lain:

“Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang bukan atas dasar perintah kami, maka itu tertolak.” (HR. Muslim)

Nash Al-Quran dan As-Sunnah telah menetapkan batasan imsak, yaitu ketika telah terang benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Bila fajar telah diketahui, maka orang yang sahur hendaklah meninggalkan makan dan minum. Inilah yang benar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“…Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”(Al-Baqarah: 187).

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya, Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari. Maka, makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan (Subuh).” (HR. Bukhari).

Ibnu Ummi Maktum adalah sahabat yang buta. Ia tidak akan mengumandangkan adzan sebelum ada orang yang mengatakan kepadanya, “Waktu Subuh telah tiba. Waktu Subuh telah tiba.”

Dari ayat dan hadits di atas, jelaslah bahwa batasan imsak itu adalah terbitnya fajar, sedangkan adzan hanya sebagai pemberitahuan hal itu. Maka, saat muadzin mulai mengumandangkan adzan, berarti waktu imsak telah masuk. Jadi, waktu imsak itu bukan dibatasi pada ucapan muadzin: Hayya ‘alash shalah.



2. Makan Sahur Lebih Awal

Kesalahan lain yang dilakukan oleh orang yang puasa adalah bersegera makan sahur pada awal waktu. Ini merupakan tindakan menyia-nyiakan pahala yang banyak. Sebab, menurut As-Sunnah, seorang muslim hendaknya mengakhirkan makan sahur agar mendapatkan pahala karena mencontoh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Anas radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu, ia berkata,

“Kami pernah makan sahur bersama Nabi. Setelah itu, beliau bangkit menuju shalat. Aku (Anas) bertanya, ‘Berapa lama waktu antara adzan dan makan sahur?’ Zaid bin Tsabit menjawab, ‘Kira-kira selama bacaan 50 ayat’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Sengaja Minum Saat Adzan Subuh

Kesalahan lain terkait dengan puasa, sengaja minum saat adzan Subuh kedua yang dilakukan sebagian orang. Menjelang adzan dikumandang, Anda melihatnya hanya duduk santai. Namun, saat muadzin mulai mengumandangkan adzan, ia justru bergegas untuk mengambil air dan meminumnya. Bila diingatkan, ia menjawab, “Aku boleh makan dan minum sampai adzan selesai.” Dengan perbuatannya itu, ia telah merusak puasanya, terutama bila muadzin teliti dalam melihat jadwal adzan. Allah Ta’ala telah mensyariatkan waktu imsak ketika masuk waktu shubuh dengan firman-Nya:

“.. .dan makan dan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.’(Al-Baqarah: 187).

Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,

“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari. Maka, maka makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan (Subuh).” (HR. Bukhari-Muslim).

Kata ‘hatta’ dalam ayat dan hadits di atas berarti masuk, maksudnya kalian boleh makan dan minum sampai waktu Subuh. Hanya saja, ada permasalahan yang harus dijelaskan berkaitan dengan hal ini. Yaitu, seorang muslim boleh minur air di gelas yang telah berada di tangannya saat muadzin mengumandangkan adzan. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

“Bila salah seorang di antara kalian mendengar seruan adzan sedangkan gelas minuman masih di tangannya, maka janganlah ia meletakkannya sebelum melaksanakan keinginannya untuk minum.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Jarir, Hakim, Baihaqi, dan lainnya. Hadits ini memiliki banyak penguat).

Perlu ditambahkan juga terkait hal ini, bahwa seorang muslim masih dibolehkan makan dan minum setelah adzan bilamana muadzin mengumandangkan adzan sebelum waktunya. Adzan tersebut tidak berlaku, sehingga orang yang puasa tidak diharamkan dari apa pun yang dibolehkan oleh Allah baginya di waktu ifthar. Shalat Subuh juga tidak dianjurkan untuk segera dilaksanakan karena waktunya belum masuk.

Syaikhul Islam mengatakan, “Bila muadzin mengumandangkan adzan sebelum fajar terbit, sebagaimana Bilal mengumandangkan adzan sebelum fajar pada masa Nabi dan adzannya para muadzin di Damaskus dan kota lainnya, maka makan dan minum setelah itu tidak ada masalah dengan waktu secukupnya.”1

Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Adzan shalat Subuh, baik setelah terbit fajar atau sebelumnya, jika dikumandangkan setelah terbit fajar, maka orang yang sahur wajib berhenti makan dan minum dengan sekedar mendengar adzan saja. Sebab, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya, Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari, maka makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum. Dia tidak mengumandangkan adzan kecuali fajar telah terbit.” (HR. Bukhari-Muslim).

Jika kalian mengetahui bahwa muadzin mengumandangkan adzan setelah terbit fajar Subuh, maka berhentilah makan dan minum ketika mendengar adzan itu.”2

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan saat menjawab masalah ini dan hal-hal yang berkaitan dengannya, “Seorang mukmin yang berpuasa wajib menahan diri dari makan dan minum serta lainnya bila terbitnya fajar sudah ia ketahui. Itu dalam puasa wajib, seperti; puasa Ramadhan, puasa nadzar, dan puasa kafarat. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“… Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (Al-Baqarah: 187).

Selain itu, bila ia mendengar adzan dan mengetahui bahwa itu adzan Subuh, maka ia wajib berhenti dari makan dan minum. Bila muadzin mengumandangkan adzan sebelum terbit fajar atau setelahnya, maka yang utama dan selamat adalah berhenti makan dan minum bila telah mendengarnya. Tidak ada masalah, seandainya seseorang minum atau makan sekedarnya ketika terdengar adzan, karena ia tidak mengetahui terbitnya fajar.

Telah diketahui bersama bahwa masyarakat yang tinggal di tengah-tengah kota yang terdapat banyak cahaya listrik mereka tidak bisa mengetahui terbitnya fajar dengan mata kepalanya sendiri pada waktu tersebut. Namun, ia hendaknya berhati-hati dalam menggunakan jadwal adzan dan kalender waktu yang membatasi terbitnya fajar dengan jam dan menit sebagai bentuk pengamalan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

“Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu.” (HR. Bukhari)

Juga sabda beliau shallallahu alaihi wa sallam,

“Barangsiapa menjauhi sesuatu yang samar (syubhat), berarti ia telah menjaga agama dan kehormatannya.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud).

Hanya Allah sebagai pelindung dan pemberi taufiq.”3

4. Memajukan Waktu Adzan Subuh

Kesalahan lain yang berkaitan dengan puasa adalah adzan Subuh beberapa saat sebelum waktunya yang dilakukan sebagian muadzin. Mereka menganggap bahwa itu merupakan bentuk kehati-hatian dalam beribadah. Perbuatan mereka ini sangat buruk. Mereka tidak berhak mendapatkan citra baik yang diberikan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada muadzin, dengan sabda beliau:

“Muadzin itu dipercaya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu mengatakan, “Di antara bid’ah munkar yang diada-adakan pada zaman sekarang adalah mengumandangkan adzan kedua sebelum terbit fajar sekitar 1/3 jam dalam bulan Ramadhan. Demikian juga, mematikan lampu-lampu sebagai tanda larangan makan dan minum bagi siapa saja yang ingin berpuasa. Orang yang mengadakan bid’ah itu mengklaim bahwa itu untuk kehati-hatian dalam beribadah, dan hanya segelintir orang yang tahu hal itu. Perbuatan itu telah menyeret mereka untuk tidak mengumandangkan adzan kecuali beberapa menit setelah matahari terbenam untuk memantapkan waktu. Dengan keyakinan itu, mereka telah mengakhirkan buka puasa dan menyegerakankan sahur. Mereka telah menyelisihi sunnah. Karena itu, kebaikan mereka hanya sedikit, sedangkan keburukan mereka bertambah banyak. Hanya kepada Allah kita meminta pertolongan.”4

Di samping menyelisihi sunnah, memajukan waktu adzan juga menyebabkan seorang muslim terhalang untuk makan yang pada dasarnya itu masih dibolehkan oleh Allah baginya. Akibatnya, shalat sunah qabliyah dikerjakan sebelum waktunya.

5. Merasa Berdosa Karena Lupa Makan dan Minum Saat Berpuasa

Sebagian orang terkadang merasa berdosa sekali bila mengingat dirinya telah makan atau minum saat puasa karena faktor lupa. Ia bahkan merasa ragu terhadap keabsahan puasanya. Untuk masalah seperti ini dan semisalnya, perlu dikatakan, bahwa tidak ada dosa seberat biji sawi pun, dan puasa tersebut tetap sah, insya Allah. Hendaklah puasa tersebut tetap disempurnakan. Inilah pendapat yang benar. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Bila salah seorang dari kalian lupa, sehingga ia pun makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Allah telah memberinya makan dan minum.” (HR.Bukhari)5

Dalam hal ini, tidak ada bedanya apakah makanan dan minuman itu sedikit atau banyak. Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Hadits tersebut mengandung makna kelembutan Allah kepada para hamba-Nya dan bentuk kemudahan bagi mereka, serta diangkatnya kesukaran dan kesempitan dari mereka.” 6

Syaikh Muhammad bin Utsaimin ketika menjawab pertanyaan terkait masalah ini mengatakan, “Siapa saja yang makan atau minum saat berpuasa karena lupa, maka puasanya tetap sah. Akan tetapi, bila ia teringat, maka ia harus berhenti dan mengeluarkan makanan atau minuman yang ada di mulutnya. Adapun, dalil sempurnanya puasa karena lupa makan adalah hadits shahih yang disabdakan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu anhu: ”Bila salah seorang dari kalian lupa, sehingga ia pun makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Allah telah memberinya makan dan minum.” (HR. Muslim).

Karena, lupa itu tidak menyebabkan seseorang dihukum karena mengerjakan perbuatan terlarang. Ini berdasarkan firman Allah yang menyebutkan orang yang meminta ampun akibat lupa, “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami khilaf.” (Al-Baqarah [2]: 286). Allah pun menjawab, ‘Telah Aku ampuni’.”

6. Tidak Mengingatkan Orang Lain yang Makan dan Minum Karena Lupa

Kesalahan lain yang berkaitan dengan puasa adalah sebagian orang membiarkan orang lain makan dan minum karena lupa hingga ia menyelesaikannya. Orang yang mengetahui hal itu beranggapan bahwa bila orang yang lupa itu diingatkan, maka ia akan terhalang mendapatkan rezeki dari Allah. Orang tersebut tidak sadar kalau sikapnya itu merupakan sebuah kemunkaran dan menyetujui kemunkaran dengan kebodohannya itu.

Di sini, kami akan menyampaikan fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz yang berkaitan dengan permasalahan ini. Ada orang yang bertanya, “Sebagian orang mengatakan, ‘Bila Anda melihat seorang muslim berpuasa, lalu makan atau minum pada siang hari bulan Ramadhan karena lupa, maka Anda tidak semestinya mengingatkannya. Sebab, Allah telah memberinya makan dan minum sebagaimana disebutkan dalam hadits. Apakah tindakan ini benar? Berilah kami fatwa, semoga Anda dibalas pahala.”

Syaikh Ibnu Baz menjawab, “Siapa pun yang melihat orang berpuasa yang minum atau makan, atau menelan apa saja pada siang hari bulan Ramadhan, maka ia wajib mengingkarinya. Sebab, memperlihatkan makan dan minum pada siang hari bulan puasa adalah bentuk kemunkaran, meskipun pelakunya memiliki alasan dalam perkara itu. Tujuannya, agar orang-orang tidak akan berani terang-terangan melanggar larangan Allah, dengan makan dan minum pada siang hari bulan puasa dengan alasan lupa.Bila pelakunya memang jujur dalam hal klaim kelupaannya itu, maka ia tidak mengganti (menqadha’) puasanya itu. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

“Bila salah seorang dari kalian lupa, sehingga ia pun makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Allah telah memberinya makan dan minum.” (Muttafaqun’Alaih).

Pun demikian dengan musafir, ia tidak boleh menampakkan makan dan minumnya di hadapan orang-orang yang tidak bepergian karena mereka tidak mengetahui statusnya. Ia harus mencari tempat tertutup supaya tidak dituduh melanggar larangan Allah, juga agar orang lain tidak berani berbuat serupa.Orang-orang kafir juga sama, mereka dilarang memperlihatkan makan, minum dan semisalnya di hadapan kaum muslimin. Celah penyepelean ini harus ditutup rapat. Sebab, mereka dilarang menampakkan syi’ar agama mereka yang batil di hadapan kaum muslimin. Hanya Allah sebagai pelindung dan pemberi taufiq.”7

Kami sampaikan juga fatwa Syaikh Muhammad bin Al Utsaimin terkait masalah ini. Syaikh Utsaimin pernah ditanya tentang hukum makan dan minum karena lupa, apakah orang yang melihat pelakunya wajib mengingatkan puasanya?

Ia menjawab, “Siapa saja yang makan atau minum saat berpuasa karena lupa, maka puasanya tetap sah. Akan tetapi, bila ia teringat, maka ia harus berhenti dan mengeluarkan makanan atau minuman yang ada di mulutnya. Adapun dalil yang menunjukkan kesempurnaan puasa karena lupa makan adalah hadits shahih yang disabdakan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu anhu,

‘Barangsiapa terlupa sedang ia berpuasa sehingga terlanjur makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Allah telah memberinya makan dan minum.’ (HR. Muslim).

Karena, lupa itu tidak menyebabkan seseorang dihukum karena mengerjakan perbuatan terlarang. Ini berdasarkan firman Allah yang menyebutkan orang yang meminta ampun akibat lupa, “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami khilaf.” (Al-Baqarah [2]: 286). Allah pun menjawab, ‘Telah Aku ampuni.’Adapun orang yang melihat orang makan dan minum saat berpuasa karena lupa, maka ia wajib mengingatkannya. Karena, ini termasuk mengubah kemunkaran. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

‘Barangsiapa di antara kalian melihat kemunkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Bila tidak mampu maka hendaklah mengubah dengan lisannya. Bila tidak mampu, maka dengan hatinya! (HR. Muslim)

Tidak diragukan lagi bahwa tindakan makan dan minum yang dilakukan oleh orang yang berpuasa adalah bentuk kemungkaran. Akan tetapi, pelakunya dimaafkan bila dalam kondisi lupa karena memang tidak ada sangsi hukuman baginya. Adapun, orang yang melihat perbuatan itu, maka tidak ada alasan baginya untuk tidak mengingkarinya.”8

Berkaitan dengan masalah ini, Syaikh Ibnu Jibrin mengatakan, “Ada sebagian orang yang mengatakan, ‘Kami tidak akan mengingatkan orang yang lupa. Kami tidak akan menghentikan rezeki makanan dan minuman yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya.’ Yang benar, orang yang melihat hendaknya mengingatkannya, karena itu wajib hukumnya dan lermasuk bentuk amar makruf nahi munkar. Hal yang sama juga berlaku, ketika seseorang melakukan sesuatu yang bisa membatalkan puasa selain makan dan minum karena dianalogikan dengan kedua hal tersebut.”9 Bersambung pada tulisan kedua, insya Allah.

. : :Amalan Penduduk Surga di Dunia: : .

Tujuan tertinggi dari setiap muslim dalam meniti hidup dan kehidupannya adalah meraih kemenangan besar di akhirat kelak dengan mendapatkan surga Allah k yang penuh dengan kenikmatan tiada tara dan terselamatkan dari siksa neraka yang sangat pedih. Kemenangan besar yang sangat ditentukan dengan kadar keta`atan seorang hamba kepada Allah k dan rasul-Nya. Firman Allah :

”Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. 33:71)

”Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung.” (QS. 3:185)

Pada edisi ini, kami mencoba untuk menginventarisir beberapa amalan-amalan ahli surga di dunia yang termuat dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah, dengan harapan dapat memotivasi dan ditindaklanjuti oleh kita bersama yang mengharapkan surga Allah k, sebagaimana

Rasulullah bersabda :

”Tidak seorang jua pun di antara kamu melainkan tempatnya telah ditentukan Allah di surga atau di neraka. Maka bertanya seorang sahabat, ”Ya Rasulullah ! Kalau begitu apakah tidak lebih baik kita diam saja menunggu suratan taqdir nasib kita tanpa beramal.” Jawab Beliau , ”Orang yang telah ditetapkan Allah menjadi orang bahagia, adalah karena ia beramal dengan amalan orang yang berbahagia, dan orang yang telah ditetapkan Allah menjadi orang yang celaka adalah karena ia beramal dengan amalan orang celaka. Karena itu beramallah ! Semua sarana telah disediakan. Ada pun orang-orang bahagia, mereka dimudahkan untuk mengamalkan amalan-amalan orang berbahagia. Dan orang-orang celaka, mereka dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang celaka; kemudian beliau n membaca ayat : ”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (QS. 92:5-10)” H.R.Muslim.

Beberapa amalan penduduk surga di dunia secara umum :

1. Bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. Allah berfirman :
”Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabbnya.” (QS. 68:34)

2. Beriman dan beramal dengan ikhlash serta sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah n.

Firman Allah :
”Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan:”Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. 2:25)

Dari Abu Hurairah z bahwa Rasulullah n bersabda :

(Setiap umatku masuk ke dalam surga kecuali yang enggan, para sahabat bertanya : ”Siapa yang enggan itu wahai Rasulullah ?” Beliau n menjawab : ”Siapa yang ta`at kepadaku niscaya ia masuk surga, dan siapa yang bermaksiat (melanggar) kepadaku maka sesungguhnya dia lah orangnya yang enggan itu.”) H.R. Bukhari.

3. Merefleksikan seluruh perintah Allah k, menjauhkan seluruh larangan-Nya dan melaksanakn hal-hal yang diwajibkan serta meninggalkan hal-hal yang diharamkan.

Dari Jabir katanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah n: Bagaimana pendapatmu, apabila aku telah melakukan shalat wajib, dan berpuasa Ramadhan, aku halalkan yang halal dan aku haramkan yang haram, dan tidak kutambah yang demikian itu dengan yang lainnya, dapatkah aku masuk surga ? Jawab beliau : ”Ya, dapat !.” H.R. Muslim.

Beberapa amalan penduduk surga di dunia secara terperinci :

1. Bertobat dan memohon ampunan kepada Allah kdari seluruh dosa dan kesalahan. Senang bersedekah, mampu menahan amarah serta memiliki sifat pemaaf.

Allah berfirman :
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. 3:133-136).

2. Berhijrah dari keburukan (jahiliyah) kepada kebaikan (islam), serta berjihad dengan harta dan jiwa demi meninggikan kalimatullah.

”Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. 9:20-22)

3. Istiqomah dalam keta`atan dan bersungguh-sungguh dalam menjalankannya. Firman Allah :

”Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan : ”Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. 46:13-14)

4. Khusyu` dalam shalat, meninggalkan perbuatan yang tidak berguna dan membayar zakat, menjaga kemaluan serta memelihara amanah. Firman Allah :

”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (QS. (ya’ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. 23:1-11)

Diriwayatkan dari Imam Ahmad dan yang lainnya bahwa Nabi n bersabda : (Sungguh telah diturunkan kepadaku 10 (sepuluh) ayat, maka barangsiapa yang melaksanakannya niscaya ia masuk surga kemudian Beliau n membaca ”Qod aflahal mu`minun….” Al Ayat).

5. Menuntut ilmu syar`i yang sesuai dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah disertai implementasinya dalam kehidupan.

Dari Abu Umamah berkata : saya telah mendengar Rasulullah n berkhutbah pada haji wada` maka beliau n bersabda :

”Barangsiapa meniti suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya ke surga.” H.R. Muslim.

6. Berwudhu` secara sempurna dan dilanjuti dengan membaca syahadatain setelah selesai berwudhu`.
Dari Umar bin Khaththab z bahwa Nabi bersabda :

”Tidaklah salah satu diantara kalian yang berwudhu`, lalu disempurnakan wudhu`nya itu, sesudah itu dia berucap : ”Asyhadu an la ilaha illallah, wa anna Muhammadan `abdullah wa rasuluhu (Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq untuk disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan rasul-Nya) melainkan dibukakan baginya 8 pintu surga yang dapat dimasukinya dari mana saja menurut kehendaknya.” H.R. Muslim.

7. Kontinue dalam melaksanakan shalat nafilah (sunnat) sebelum maupun sesudah shalat fardhu (sunnah rawatib ba`diyah dan qabliyah).
Dari Ummu Habibah x berkata : Saya mendengar Rasulullah n bersabda :

”Siapa yang mengerjakan shalat 12 raka`at sehari semalam, akan dibuatkan oleh Allah untuknya rumah di surga.” H.R. Muslim.

12 raka`at itu terdiri dari 4 raka`at sebelum shalat Zhuhur, 3 raka`at setelahnya, dan 2 raka`at setelah shalat Magrib dan 2 raka`at setelah shalat Isya, serta 2 raka`at sebelum shalat Shubuh sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.


8. Membangun masjid semata-mata karena Allah k.

”Barangsiapa membangun masjid dalam rangka mencari keridhaan Allah semata, maka Allah akan membuatkan pula baginya rumah di surga.” H.R. Bukhari dan Muslim.



9. Menyantuni dan memelihara anak yatim serta peduli terhadap kebutuhan-kebutuhan hidup mereka.
Dari Abu Hurairah z berkata : Rasulullah n bersabda :

”Pengasuh anak yatim, baik yatimnya sendiri atau anak yatin orang lain dengan saya di surga seperti ini, sambil menunjukkan (perawi hadits ini yaitu) Malik kedua jarinya, telunjuk dan jari tengah.” H.R. Muslim.

10. Beriman kepada Allah dan hari Akhir, berinteraksi sosial dengan sikap yang seperti kita inginkan bagaiman mereka harus bersikap kepada kita.
Dari Abdullah bin Umar r,ahuma berkata: Rasulullah n bersabda :

”Siapa yang ingin bebas dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah dia berjasa kepada umat manusia sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat itu dan dia beriman kepada Allah dan hari Akhir.” H.R. Muslim.

11. Menyebarkan salam, memberikan makan fakir miskin dan menjalin tali silaturahmi serta shalat malam (tahajjud).
Dari Abdullah bin Salam z bahwa Nabi n bersabda :

”Wahai umat manusia, sebarkan salam, berilah makan, jalinlah tali silaturahmi, shalat tahajudlah di saat manusia tertidur lelap, maka kalian akan masuk surga.” H.R. At-Tirmidzi dan berkata hadits hasan shahih.

12. Berperangai baik, bersikap lembut dan tawadhu` (rendah hati) kepada Allah k maupun antar sesama hamba.

Dari Abu Hurairah z nahwa Nabi n pernah ditanya mengenai hal apa yang paling banyak memasukkan manusi ke dalam surga, beliau menjawab : ”Taqwa kepada Allah dan berakhlaq baik.” H.R. At-Tirmidza dan Ibnu Hibban dalam shahihnya.


Dari Abdurrahman bin `Auf z berkata : Rasulullah n bersabda : (”Jika seorang wanita melakukan 5 shalat fardhu, berpuasa Ramadhan satu bulan penuh dan menjaga kemaluannya serta menta`ati suaminya maka kelak ia akan masuk surga dari segala pintu yang ia kehendaki.”

Sifat Wudhu Rasullullah SAW Bag. 2

Ibadah pada dasarnya merupakan perkara taufiqiyah. Artinya tidak ada suatu bentuk ibadah pun yang disyariatkan kecuali berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Apa yang tidak disyariatkan merupakan tindakan yang diada-adakan (bid’ah), sedangkan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wassallam telah bersabda :

“Barangsiapa melaksanakan suatu amalan tidak atas perintah kami maka ia tertolak”

(HR. Al-Bukhari Muslim)

Oleh sebab itu hendaknya kita berhati-hati terhadap hal ini. Sebagai salah satu syarat syah sholat, wudhu merupakan suatu ibadah. Karena, ibadah mencakup seluruh tingkah laku seorang mukmin jika diniatkan qurbah (mendekatkan diri kepada Allah) atau apa-apa yang membantu qurbah.

Kesempurnaan wudhu dikembalikan kepada syarat ibadah secara mutlak yakni ikhlas karena Allah dan ittiba (mengikuti contoh dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam). Mengenai hal ini, terdapat sebuah riwayat dari sahabat Utsman Radiallahuanhu sebagai berikut :

Muslim meriwayatkan dari Utsman Radiallahuanhu, ia berkata : “Aku pernah melihat Rasulullah berwudhu seperti wudhuku ini, lalu beliau bersabda : ‘Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni, sementara shalat sunnahnya dan perjalanan menuju masjid menjadi penyempurna bagi dihapuskannya dosa-dosanya” (HR. Muslim) [2]

Mengenai rukun-rukun wudhu, yakni hal yang apabila ditinggalkan dapat menyebabkan wudhu menjadi batal/tidak syah, telah diuraikan pada bagian sebelumnya. Bagian ini akan membahas sifat wudhu (tata cara wudhu) Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam telah mencakup rukun beserta sunah wudhu yang dilaksankan oleh beliau. Secara umum, mengenai wudhu yang dilaksanakan Utsman radiallahuanhu yang juga merupakan tata cara wudhu yang dilaksanakan Rasulullah dijelaskan dalam sebuah riwayat :

Dari Humran Maula (bekas budak) Utsman radiallahuanhu, bahwasanya Utsman pernah meminta air wudhu, kemudian beliau membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya, lalu membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh kedua tangannya sampai siku tiga kali, lalu tangan kirinya sama seperti itu, kemudian menyapu kepalanya, lalu membasuh kedua kakinya yang kanan sampai kedua mata kaki tiga kali, kemudian yang kaki kirinya sama seperti itu, lalu ia berkata, “Aku melihat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam berwudhu’ seperti wudhu’ku ini” (Muttafaq A’laih)

Berdasarkan riwayat tersebut, maka sifat wudhu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dapat diuraikan sebagai berikut :

Terdapat keutamaan untuk bersiwak (gosok gigi) sebelum berwudhu. Berdasarkan sabda Rasulullah :

“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu” (HR. Ahmad dishahihkan oleh Al-Albani)

Awalan :

Jika seorang muslim hendak berwudhu’ maka pertama yang harus ia lakukan adalah berniat di dalam hati lalu membaca basmallah, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam:

“Tidak sempurna wudhu seseorang yang tidak membaca basmallah.”

(HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil 81)

Kemudian :



1. Disunnahkan mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebelum berwudhu

Dari Aus bin Aus Ats-Tsaqafi, beliau mencaritakan :

“Aku pernah melihat Rasulullah berwudhu’, beliau mencuci kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad dan Nasa’i)

2. Berkumur-kumur yaitu memutar-mutar air di dalam mulut, kemudian mengeluarkannya.

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda :

“Apabila engkau berwudhu, maka berkumur-kumurlah” (HR. Abu Dawud)

3. Istinsyaq, yaitu memasukkan air ke dalam hidung, kemudian istinsyar yaitu mengeluarkannya, sebanyak tiga kali.

Dr Abu Hurairah, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda :

“Apabila salah seorang diantara kalian berwudhu’ maka hendaklah is memasukkan air ke dalam rongga hidungnya dan kemudian mengeluarkannya.” (HR. Bukhari Muslim)

“..Dalamkanlah ketika menghirup air sampai ke rongga hidung, kecuali kalian dalam keadaan berpuasa” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

4. Membasuh wajah. Batasan wajah adalah dari pangkal tumbuhnya rambut hingga ujung dagu atau jenggot. Dan dari telinga kanan hingga telinga kiri. Jika rambut yang tumbuh pada wajah tidak terlalu tebal, maka wajib membasuhnya hingga kulit di bawahnya. Sedangkan jika rambut itu tebal, maka cukup membasuh bagian atas saja. Namun dianjurkan untuk menyela-nyelainya dengan jari, karena Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam menyela-nyelai jenggot beliau ketika berwudhu.


. : :Sifat Wudhu Rasullullah SAW Bag. 1: : .

Dalam Surat Al-Maidah ayat 6, Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang beriman untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum menunaikan shalat. Wudhu adalah membasuh bagian tertentu yang ditetapkan dari anggota badan dengan air dengan niat membersihkan hadast sebagai persiapan menghadap Allah Ta’ala (mendirikan shalat). Untuk mendapatkan shalat yang sah tentu saja terlebih dahulu kita harus menyempurnakan wudhu kita. Lalu, sudahkah kita melakukannya??


Kesempurnaan wudhu dikembalikan kepada syarat ibadah secara mutlak yakni ikhlas karena Allah dan ittiba (mengikuti contoh dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam), sebagaimana sabda beliau dalam sebuah riwayat :Muslim meriwayatkan dari Utsman Radiallahuanhu, ia berkata : “Aku pernah melihat Rasulullah berwudhu seperti wudhuku ini, lalu beliau bersabda : ‘Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni, sementara shalat sunnahnya dan perjalanan menuju masjid menjadi penyempurna bagi dihapuskannya dosa-dosanya” (HR. Muslim) [1]Mengenai wudhu yang dilaksanakan Utsman radiallahuanhu yang juga merupakan tata cara wudhu yang dilaksanakan Rasulullah dijelaskan dalam sebuah riwayat :Dari Humran Maula (bekas budak) Utsman radiallahuanhu, bahwasanya Utsman pernah meminta air wudhu, kemudian beliau membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya,lalu membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh kedua tangannya sampai siku tiga kali, lalu tangan kirinya sama seperti itu, kemudian menyapu kepalanya, lalu membasuh kedua kakinya yang kanan sampai kedua mata kaki tiga kali, kemudian yang kaki kirinya sama seperti itu, lalu ia berkata, “Aku melihat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam berwudhu’ seperti wudhu’ku ini” (Muttafaq A’laih) [2]




Fardu Wudhu

Wudhu memiliki beberapa fardhu dan rukun yang ditertibkan secara berurutan. Jika ada salah satu diantara fardhu tersebut yang tertinggal, maka wudhunya tidak syah menurut syariat. Fardhu wudhu tersebut adalah sebagai berikut :

1. Niat

Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam: “Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada niatnya” (HR. Bukhari Muslim). Niat adalah kemauan dan keinginan hati untuk berwudhu. Juga pada apa yang disebutkan pada hadist, bahwa niat itu bermuara pada hati, sedangkan melafazhkannya bukanlah merupakan sesuatu yang disyariatkan. [2]

2. Membasuh Wajah

Kewajiban membasuh wajah di dalam berwudhu itu hanya sekali. Yaitu dari bagian atas dahi sampai bagian dagu yang bawah dan dari bagian satu telinga ke bagian bawah telinga yang lain. Sebagaimana difrmankan oleh Allah Azza wa Jalla :“Wahai orang-orang yangberiman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat maka basuhlah muka.” (QS. Al-Maidah : 6)Air wudhu itu harus mengalir pada wajah, karena mengalir disini berarti mengalirkan. [2]

3. Membasuh kedua tangan

Yaitu sampai ke siku dan yang diwajibkan hanya satu kali saja, sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Kemudian tangan kalian sampai ke siku” (QS.Al-Maidah : 6)

4. Mengusap Kepala

Pengertian mengusap adalah membasahi kepala dengan air. Hal ini seperti difirmankan oleh Allah Ta’ala : “Dan usaplah kepala kalian” (QS. Al-Maidah : 6)Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahuanhu diriwayatkan mengenai sifat wudhu Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam, beliau mengatakan :“Beliau mengusap kepalanya satu kali” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’I dengan isnad shahih) [2] Bahkan Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa yang lebih rajih (benar) mengenai usapan kepala adalah sebanyak satu kali saja. Selanjutnya, ada tiga cara yang diperoleh dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam, yaitu :a. Mengusap seluruh kepala, di dasarkan pada riwayat :Dari Abdullah bin Zaid bin Ashim Radiallahuanhu, beliau berkata : “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam mengusap kepalanya dengan kedua tangan, dari arah depan ke belakang dan dari arah belakang ke depan (Muttafaq ‘Alaih) –Shahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim.Dalam lafazh yang lain menurut riwayat keduanya (al-Bukhari dan Muslim), “Beliau memulai dari bagian depan kepalanya hingga menjalankan kedua tangannya ke tengkuknya kemudian mengembalikan ke tempat semula” [3]

Selain itu juga disyariatkan untuk menyertakan telinga pada saat mengusap kepala :

Dari Abdullah bin Amr Radiallahuanhu, beliau berkata : “Kemudian beliau (Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam) mengusap kepalanya dan memasukkan kedua jari telunjuk ke dalam telinganya serta mengusap bagian luar telinganya dengan kedua ibu jarinya.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa’I serta dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah) [3]

b. Membasuh bagian atas surban.Hal ini di dasarkan pada hadist yang diriwayatkan dari Amr bin Umayyah Radhiallahuanhu, dimana ia menceritakan : “Aku pernah melihat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam mengusap bagian atas surban dan kedua kakinya” (HR. Imam Bukhari, Ibnu Majah dan Imam Ahmad)Berdasarkan pada hadist ini, maka wanita muslimah diperbolehkan membasuh muka dan mengusap bagian atas kerudungnya dengan air.

c. Mengusap bagian depan kepala dan surban.

Hal ini di dasarkan pada hadist dari Mughirah bin Syu’bah, dimana ia menceritakan : “Bahwa Nabi berwudhu’ kemudian mengusap bagian depan kepala dan bagian atas surbannya serta kedua kaki” (HR.Muslim)

Jika rambut seorang wanita muslimah dikepang, maka tidaklah cukup hanya dengan menusap kepaangan rambutnya saja. Karena yang menjadi hokum pokok dalam hal ini adalah mengusap kepala. Pada sisi lain diperbolehkan membasuh bagian depan kepala, sesuai dengan hadist dari Anas bin Malik Radiallahuanhu, dimana aia menceritakan :“Aku pernah melihat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam berwudhu’ sedang beliau memakai surban dari Qatar. Maka beliau menyelipkan tangannya dari bawah surban untuk menyapu kepala bagian depan, tanpa melepas surban itu. (HR. Abu Dawud)

5. Membasuh kedua kaki

Yaitu membasuh kakki hingga mencapai kedua mata kaki. Hal ini didasarkan pada firman Allah Azza wa Jalla :“Basuhlah kedua kaki kalian sampai kedua mata kaki” (Al-Maidah : 6)

Demikian itulah yang senantiasa dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam, sebagaimana diriwayatkan oleh Umar Radhiallahuanhu :“Rasulullah pernah tertinggal di belakang kami dalam suatu perjalanan. Pada saat itu kami mengetahui datangnya waktu ashar. Kemudian kami berwudhu’ dan membasuh kedua kaki kami. Sembari melihat kea rah kami, beliau berseru dengan suara keeras mengatakan :”dua atau tiga kali!” Celaka bagi tumit-tumit (yang tidak kena air) dari siksaan api neraka”. (Muttafaqun Alaih)Para sahabat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam telah bersepakat untuk membasuh kedua tumit hingga mata kaki.

6. Tertib dalam membasuh anggota-anggota tubuh diatas.Sebagaimana disebutkan dalam surat al-maidah ayat 6 :“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tangan kalian sampai ke siku. Kemudian sapulah kepala kalian serta basuhlah kaki kalian sampai kedua mata kaki” (Al-Maidah : 6)

7. Berwudhu’ satu kali (sekaligus) dalam satu waktu.

Yaitu, tidak terselang waktu terlalu lama antara satu fardu ke fardhu yang lain. Selain itu, anggota tubuh yang terkena air wudhu harus kering dalam satu waktu. Namun, diberikan keringanan pada selang waktu yang tidak tertalu lama, jika habis atau terputusnya aliran air dan sulit untuk mendapatkan air kembali.

Kamis, 10 September 2009

Emoticon Gw

Gw seorang Gitaris



Sabtu, 05 September 2009

Doa Niat Puasa – Raihan

Doa Niat Puasa – Raihan

Nawaitu sauma ghodin ‘an ada’I fardi ramadhana
Hazihis sanati lillahi taala

Sahaja Aku Berpuasa Esok Hari
Untuk Menunaikan Fardhu Ramadhan
Tahun Ini Kerana Allah

Puasa ertinya menahan diri
Dari lapar dan dahaga
Juga perkara yang membatalkan
Dari terbit fajar sehingga maghrib

Nawaitu sauma ghodin ‘an ada’I fardi ramadhana
Hazihis sanati lillahi taala

Puasa melatih kita sabar
Puasa menjadikan kita sihat
Puasa perlukan keikhlasan
Di dalam bulan ramadhan

Nawaitu sauma ghodin ‘an ada’I fardi ramadhana
Hazihis sanati lillahi taala

Hendaklah kita banyak sedekah
Jangan lupa pula baca Al-Quran
Juga berzikir dan berdoa
Dan berselawat ke atas Nabi

Nawaitu sauma ghodin ‘an ada’I fardi ramadhana
Hazihis sanati lillahi taala

Sahaja Aku Berpuasa Esok Hari
Untuk Menunaikan Fardhu Ramadhan
Tahun Ini Kerana Allah


Jangan lupa di dalam bulan Ramadhan
Solat Terawikh kita tunaikan
Moga kita mendapat kelebihannya
Dan fadhilat Lailatul Qadar

Nawaitu sauma ghodin ‘an ada’I fardi ramadhana
Hazihis sanati lillahi taala

Sahaja Aku Berpuasa Esok Hari
Untuk Menunaikan Fardhu Ramadhan
Tahun Ini Kerana Allah

Muat Turun Nada Dering Pemanggil – Doa Niat Puasa
Maxis - Dail *131*140522# tekan “CALL/SEND”
Digi - Sms CT BUY 69677 JB hantar ke 2000
Celcom - Sms CMT 66801 hantar ke 22990
Umobile - Sms CT 170422 hantar ke 28118
Muat Turun MP3 Doa Niat Puasa
Maxis - SMS FS G70762 hantar ke 32010

Salam Ramadan!!

Minggu, 16 Agustus 2009

IKLAN PERDANA BAGI ST12

Jakarta - Sukses album ‘PUSPA’ membawa berkah lain bagi ST12. Bertempat di Taman Mini Indonesia Indah, tanggal 5 Agustus lalu ST12 menyelesaikan shooting iklan dengan salah satu produk makanan siap saji setelah sehari sebelumnya mereka melakukan pemotretan untuk produk tersebut di studio pemotretan di bilangan Tebet.

Lagu ‘Puspa’ pun ikut diambil untuk digunakan sebagai jingle iklan tersebut. Penasaran seperti apa? Tunggu penayangannya ya…

Mega konser ST12 di RCTI


Tanggal 19 Juli 2009 lalu menjadi salah satu momen penting bagi ST12. Bertempat di Pantai Festival Ancol dan disiarkan langsung oleh RCTI, tepat pukul 22.20 WIB ST12 membawakan lagu-lagu dari album terbarunya - Puspa Repackage - yaitu Isabella, Biarkan Jatuh Cinta, SKJ (versi baru), Putri Iklan (versi baru), MemujaMu, KebesaranMu, dan juga lagu-lagu ST12 dari album sebelumnya.

Pengunjung yang telah memenuhi Pantai Festival sejak sore hari, dikejutkan oleh phyro yang mengelilingi para personel ST12 – Charly, Pepep, dan Pepeng - yang menjadi tanda dimulainya Mega Konser ST12. Kangen Band, Mahkota, dan Flanella juga tampil di acara ini. Selain membawakan lagu mereka sendiri, mereka juga membawakan lagu-lagu ST12 yang telah dikenal oleh masyarakat, seperti Cari Pacar Lagi, Puspa, dan Rasa Yang Tertinggal.

Acara ini juga menampilkan VT yang menggambarkan perjalanan ST12 sejak mulai terbentuknya, wafatnya Iman Rush – gitaris ST12 di tengah tour ST12, hingga ST12 mencapai posisi saat ini.

Pada saat ST12 membawakan lagu Saat Terakhir, mereka dikejutkan oleh kedatangan Ibu Pipih Sopiah, yang merupakan Ibu dan Yani adik dari Iman Rush – personel ST12 yang telah meninggal dunia. Charly, Pepep, dan Pepeng kontan bergerak menyambut dan memeluk Ibu Pipih. Ucapan Ibu Pipih Sopiah yang memberikan selamat bagi ST12 atas peluncuran album terbarunya, disambut haru oleh mereka ber tiga, Charly pun sempat menitikkan air matanya ketika ia menyelesaikan nyanyiannya di lagu Saat Terakhir.

Penampilan ke tiga personel ST12 yang tampak prima dan atraktif malam itu sangat menghibur penonton di Pantai Festival maupun pemirsa RCTI di rumah. Lagu lawas yang diaransemen ulang oleh ST12 – Isabella – membuat seluruh penonton malam itu ikut bernyanyi mengikuti bait demi bait di lagu tersebut. Di Lagu Biarkan Jatuh Cinta, tampil salah seorang dari ST Setia (sebutan bagi fans ST12) yang ikut menemani Charly di sepanjang lagu. Di akhir lagu ini, Charly memeluk ST Setia dan segera disambut oleh sorakan dari para penonton… Hmmm… sepertinya semua penonton perempuan juga ingin dipeluk oleh Charly!
Tak terasa lagu demi lagu telah dibawakan oleh ST12, acara yang berdurasi 2 jam ini dikemas dengan apik oleh RCTI sehingga penonton yang datang terus bertahan hingga berakhirnya acara pada pukul 00.30 WIB!

ST12 Menggebrak Lagi Dengan Album PUSPA Repackaged



Kamis, 16 Juli 2009
Launching album PUSPA Repackaged milik ST12 diwarnai dengan beberapa gebrakan baru yang diyakini bakal membuat band asal Bandung ini mereguk kesuksesan yang lebih besar lagi.

Trinity Optima Production selaku perusahaan rekaman yang menaungi ST12 bekerjasama dengan I-Radio menyiarkan acara peluncuran album PUSPA Repackage di tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta pada hari Kamis, 16 Juli 2009 langsung dari Atrium Plaza Semanggi, Jakarta.

Acara ini merupakan program baru dari I-Radio yang diberi nama INTRO. Program ini merupakan bentuk kerjasama I-Radio dengan perusahaan rekaman untuk mempromosikan album para musisi Indonesia secara On Air. Bentuk kerja sama terdiri dari peluncuran album terbaru sampai pemutaran lagunya di I-Radio Network secara eksklusif.

ST12 mendapat kehormatan sebagai artis pertama yang menjadi bintang di INTRO melalui album PUSPA Repackaged. Album berisikan 14 lagu ini memajang tiga lagu baru yaitu Isabella (dibuat dalam dua versi), Biarkan Jatuh Cinta, dan MemujaMu.

Dalam acara peluncuran album yang sekaligus menjadi ajang konferensi pers itu juga dilakukan seremoni peluncuran ST12 Fans Club (ST Setia) dan website http://www.bandst12.com.

Pada tanggal 15 Juli, acara musik INBOX di SCTV telah menampilkan edisi khusus ST12. Acara tersebut menjadi ajang pemutaran perdana video klip SKJ (Saat Kau Jauh). Band beranggotakan Muhammad Charly Van Houten (vokal/gitar), Dedy 'Pepeng' Sudrajat (gitar), dan Ilham 'Pepep' Febry (drum) itu juga menyanyikan lagu-lagu baru dari album yang promosinya didukung penuh oleh Indosat tersebut seperti Isabella, MemujaMU, Biarkan Jatuh Cinta, dan Putri Iklan.

Tanggal 19 Juli mendatang giliran RCTI yang akan menyiarkan secara langsung acara launching album PUSPA Repackaged ini dari Pantai Carnaval Ancol mulai jam 10 malam. So, tunggu saja gebrakan-gebrakan mengejutkan dari ST12! (pr/bug)

Sabtu, 15 Agustus 2009

Nge-.... pertama gw

Hari nie di kecamatan gw diada'in Lomba gerak jalan yg diikutin oleh nag skolah sampai umum. Hari nie gw ngajak klwr p.... gw. gw tguin anagx di Lampu Merah tp anagx ga dtg, z gw tgl k warnet, tiba2 anagx call n' blg anagx udh d depan warnet, n gw lht z. n terxta bner. gw samperin z n gw suruh masuk n' terxta anagx g mw n' ngajak gw k lap. tempat diada'inx lomba gerak jalan. sampe' disana gw ajak dya tuk berteduh di bwh pohon. setelah 2 gw blg klu gw mw lht tmen gw. shabiz 2 dy ngajak gw k lap. Prambon. D sn gw ajak dy k tk, tyuz dy ngajak gw 2k du2k k teras tk. habiz du2k kta mlh diem2man (kacang-kacangan) hbz 2 dy bka pembicaraan dgn blg "tgn ku kok gmteran,ya." tyuz gw jawab. "kok bsa? wong gw z ga." "Malu kali u" selang beberapa jam. gw lht nag gerak jalan udh plg. n' gw mnta' dy utk plg dlu. Hari ni gw sneng bgt. krn hari nie adlah hari pertama gw nge-....

Selasa, 11 Agustus 2009

Keberhasilan dari ketekunan

Harapan gw thun nie utk menjadikan lomba dalam cabang semaphore dalam rangka HUT paramuka ke-48 yang diadakan di Lap. Bendo Tretek menjadikan nilai yang terbaik telah terwujud, gudep gw mendapat nilai 100 utk lomba semaphore. gw sng bgt krna lathan gw slama nie tidak lah sia-sia. Tapi dlm hub. sosial gw slalu no. terakhir termasuk utk hub. persahabatan. gw heran, pa gw nie orgx ga asyik.

Kamis, 30 Juli 2009

Harapan gw di tahun ini

Tahun nie gw masuk kelas 8 SMP, seperti biasax pagi2 gw sholat shubuh habiz 2 gw blajr smpe' jam 5, mandi, sarapan, berangkat skul. yaps, sepeti mrid SMP biasax. Tp thun nie gw iktan Jambore Pramuka, n' gw harap gw bsa bangga in skul gw yg mewah (mepet sawah maksudna) dgn mendapat nilai terbaik di lomba semaphore, n' bsa juara. amiiiiiiiiiin.........

Jumat, 12 Juni 2009

ST12 dengan emo

Kamis, 11 Juni 2009

Jangan Pernah Berubah

Jangan Pernah Berubah

Dm Am
kubiarkan waktu teruslah berputar..
Gm Dm
mencintai kamu penuh rasa sabar..
F Gm
meski sakit hati ini kau tinggalkan..
A
ku ikhlas tuk bertahan..

Dm Am
cinta ku padamu begitu besar..
Gm Dm
namun kau tak pernah bisa merasakan..
F Gm
malah kini kau ucapkan selamat tinggal..
A
membuat keresahan..


bridge;
Bb C F-Em-Dm-C
meninggalkan ku tanpa perasaan..
A Dm
hingga ku jatuhkan airmata..
Am Dm
kekecewaanku sungguh tak berarah…
Gm A Dm
biarkan ku harus bertahan..


reff;
Dm Bb C F
jangan pernah kau coba untuk berubah..
Gm A Dm
tak relakan yang indah, hilanglah sudah.. 2X


interlude;Bb.Gm.F.A
Bb.Gm.A


Back to Bridge


Dm Bb C F
jangan pernah kau coba untuk berubah..
Gm A Dm
tak relakan yang indah, hilanglah sudah.. 2X


Dm Bb C F
jangan pernah kau coba untuk berubah..
Gm A Dm
ku relakan yang indah, Dalam hatinya..




Lirik Mania - Lirik Lagu dan Chord

Selasa, 09 Juni 2009

Biografi Charly ST12 Bag.3


DARI JALANAN
KE ATAS PANGGUNG

SEMPAT JADI PENGAMEN DI PEREMPATAN
JALAN DAGO, BANDUNG, CHARLY AKHIRNYA
BISA MEWUJUDKAN CITA-CITANYA JADI
PENYANYI TERKENAL.


Wajar aja kalau keluarganya nggak ngelarang waktu Charly memutuskan buat merantau ke Bandung untuk jadi musisi. Selain karena punya bakat yang memadai, Charly juga dating dari keluarga dengan darah musik yang kental.
Neneknya yang tinggal di Cirebon adalah sinden wayang yang cukup terkenal di daerahnya dan masih aktif sampai saat ini. Sedangkan uwaknya adalah seorang pemusik dangdut , yang pertama kali mengenalkannya pada dunia musik.
Cowok bernama asli Muhammad Charly Vanhoutten ini awalnya tertarik untuk jadi gitaris, gara-gara uwaknya yang musisi itu pernah memberinya hadiah berupa gitar. Gitar kesayangannya itu lalu dia bawa kemana-mana sebagai instrumen membuat lagu. Nggak disangka-sangka, ternyata Charly banyak orang yang bilang suara Charly cukup merdu untuk jadi seorang vokalis. Akhirnya sejak tahun 1998, saat mulai manggung dari kafe ke kafe bareng teman-temannya, Charly dipercaya untuk memegang posisi vokal.
Buat cowok kelahiran Cirebon, 05 November 1982 ini, musik bukan Cuma sekedar hobi, tetapi juga tujuan hidup. Ini yang jadi
alasan utamanya hijrah ke Bandung dari Cirebon di tahun 2000, yaitu untuk mengambil kuliah jurusan seni musik di Universitas Pasundan Bandung.
Selama di Bandung, Charly mengaku nggak pernah punya tempat tinggal. Biasanya dia menginap di rumah teman atau di studio musik tempatnya latihan. Sedangkan untuk membeli maka, dia tepaksa mengamen di perampatan jalan Dago.
Untungnya perjuangan ini nggak sia-sia, karena pengagum Al Jarreau dan Armand Maulana ini berhasil menelurkan satu album bareng sebuah band bernama Afterclose, sebelum akhirnya ditarik bergabung oleh ST12.
Perannya di ST12 cukup penting, karena hamper semua lirik lagu band ini adalah ciptaan Charly. Bahkan, cowok yang menulis sejak kelas 1 SMP ini sekarang mulai coba-coba membuat lagu untuk dinyanyikan artis lain. Pingkan Mambo dan Aris Idol adalah beberapa diantaranya.
Mengenai Aris, Charly punya alas an sendiri kagum pada salah satu peserta Indonesian Idol itu.
“Waktu itu di salah satu episode Idol, Aris sempat bawain lagu ST12 yang judulnya Rasa Yang Tertinggal. Jujur aja aku sempat nagis liatnya,
Dia bawain lagu itu dengan bagus banget. Dan ternyata latar belakang Aris juga nggak jauh sama aku, dia dulunya pengamen juga. Jadi aku salut lah sama dia, mudah-mudahan aja dia nggak patah semangat,” kata Charly.
Charly bersama ST12 mendapat piala AMI Award12th yang diadakan pada Jumat, 24 April 2009 di Balai Sarbini Plaza Semanggi.

Biografi Charly ST12 Bag.2



Charly van Houten "ST 12" Belajar Sambil Memeluk Gitar

RAY (9), asyik mendendangkan lagu "P.U.S.P.A." dari album kedua ST 12. Bahkan, bocah kelas IV SD itu mengaku hafal semua lagu di album pertama ST 12. Sejak Februari 2007, ibunya Ray selalu memasang kaset ST 12 di mobil saat mengantar dan menjemput Ray sekolah. Bahkan, hal itu masih berlaku hingga sekarang. Jadi, wajar aja kalau Ray hafal betul semua lagu ST 12.
Begitu dahsyatnya pesona yang ditebarkan ST 12 lewat karya-karyanya sejak album pertama. Grup band ST 12 memang lagi naik daun. Setiap hari sobat Percil pasti mendengar lagu-lagu ST 12 diputar di televisi.
Pasti banyak di antara kalian yang juga ngefans banget sama band yang berdiri pada 2005 ni. Lagu "Rasa yang Tertinggal" dan "Cari Pacar Lagi" juga sudah pada hafal kan?
Kalau sudah ngefans, tau donk siapa vokalis ST 12.... Yup, betul banget, Kak Charly van Houten. Hmm, kira-kira cerita seru apa ya yang dialami Kak Charly saat kanak-kanak. Kita simak kisahnya yuk!!
**
Aku dilahirkan di Cirebon, 5 November, tahunnya rahasia ya, hahaha. Aku malu soalnya sudah tua. Ayahku, Sariyah Soegendri dan ibuku, Ibu Toethe Hartika memberi nama anak pertamanya ini seperti nama orang Belanda. padahal aku asli orang Cirebon lho....
Masa kecil aku habiskan di Cirebon bersama dua adikku. Saat kelas III SD, aku tertarik untuk belajar main gitar. Keinginan yang kuat untuk bisa bermain gitar, ternyata didukung oleh seluruh keluarga. Uwak aku yang jago main gitar langsung turun mengajari aku. Walaupun keluarga aku lebih suka mendengar musik dangdut, aku lebih memilih untuk mendengarkan dan memainkan musik jenis pop. Hal ini yang sekarang memengaruhi warna musik ST 12, yaitu pop melayu.
Nah, sejak aku belajar gitar itu, aku tidak pernah bisa terlepas dari alat musik berdawai tersebut. Ke mana pun aku pergi, aku selalu membawa gitar. Sampai-sampai kalau lagi belajar, juga memeluk gitar, hahaha.... Apalagi selain bergitar, aku juga mulai mengasah kemampuan vokal. Pokoknya aku bertekad harus bisa menyanyi sambil main gitar. Kalau menurut orang tuaku, bakat seni ini memang diturunkan oleh nenekku yang menjadi sinden.
Jujur ya, waktu kecil aku bukan anak yang nakal. Aku juga tidak suka bermain ke luar rumah, asal ada gitar aku bisa anteng di rumah. Aku tuh termasuk anak penakut dan pendiam, makanya tidak pernah berantem dan main yang aneh-aneh. Prestasi di sekolah juga selalu bagus, aku selalu mendapat ranking di kelas saat aku sekolah di SDN Tersana 1 Losari Cirebon.
Walaupun aku termasuk anak baik, pernah juga sih badung, bolos sekolah karena keasyikan main musik. Maunya belajar main gitar terus di rumah. Orang tuaku sampai bingung, bagaimana cara membujuk aku agar tidak bolos. Tapi, kalau bolos enggak pernah lama kok. Hehehe jangan ditiru ya bagian bolosnya.
Saking rajinnya berlatih main gitar sambil menyanyi, akhirnya aku ikut festival, alhamdulillah sering menang. Memasuki SMP, aku makin sering bolos sekolah karena konsentrasi di band yang aku bikin sama teman-teman. Aku sampai enggak naik kelas waktu SMP. Tapi, aku membuktikan sama sekolah dan keluarga kalau aku serius di nyanyi, yaitu dengan cara jadi juara di festival-festival. Akhirya orang tua dan pihak sekolah mengerti.
Keluargaku bukan keluarga yang berkecukupan. Ayahku seorang petani, namun orang tuaku ingin agar aku kuliah.
Aku memutuskan untuk kuliah ke Bandung. Karena kecintaan aku sama musik, akhirnya aku mengambil jurusan seni musik di Universitas Pasundan. Aku sempat mengamen untuk mencari tambahan uang saku karena aku enggak mau menyusahkan orang tua.
Nah sobat, asah bakat kalian dan berusaha raih cita-cita, walau setinggi langit.

Biografi Charly ST12


























Nama Lengkap : Mochammad Charly Vanhoutten
Nama Panggilan : Charly
Tempat/Tanggal Lahir : Cirebon, 05 November 1982
Jenis Kelamin : Pria
Agama : Islam
Hobi : Ia tak pernah luput dari Gitar.
Charly selalu membawa Gitarnya kemana pun,
ntah ketika tidur,hang out,sarapan,bahkan mau masuk kamar mandi
Status : Menikah
Pekerjaan : Vokalis ST12
Usaha : Pria ini mempunyai usaha Conter Hp
Bidang Keahlian : Musik
Alamat Rumah :
- Kota : Bandung
- E-mail : Charly_voc@yahoo.com dan
Charlyvanhoutten@gmail.com
Nama Orang Tua :
- Ayah : Sariyah Soegendri
- Ibu : Toethe Hartika
Pendidikan :
SD : SDN Tersana 1 Losari, Cirebon
SMP : -*
SMA : -*
Perguruan Tinggi : Lulusan jurusan seni musik di Universitas Pasundan Bandung
Karir : Charly bersama ST12 mendapat piala AMI Award12th yang
diadakan padaJumat, 24 April 2009 di Balai Sarbini Plaza Semanggi.
Zodiak : Scorpio
Usaha : Mempunyai usaha counter HP
Status : Menikah
Nama Istri : Gina
Nama Anak : -*

Keterangan *: tidak diketahui