Mari kita ciptakan lingkungan yang bersih dan sehat........ Istilah di atas sering kita dengar dalam suatu masyarakat. Istilah di atas tercipta karena keadaan bumi kita yang semakin hari semakin panas. Itu semua tidak lain terjadi karena ulah manusia....... Memang kita kadang telalu semena-mena memanfaatkan alam ini. Membuang sampah sembarangan, terlalu banyak menggunakan sabun dan detergen, dll. Jadi marilah kita sama-sama menghijaukan kembali bumi ini. TALK LESS DO MORE.......!!!!!! "STOP GLOBAL WARMING.......!!!!!! Belajar sukses!!!!! :-)"

Selasa, 09 Juni 2009

Biografi Charly ST12 Bag.3


DARI JALANAN
KE ATAS PANGGUNG

SEMPAT JADI PENGAMEN DI PEREMPATAN
JALAN DAGO, BANDUNG, CHARLY AKHIRNYA
BISA MEWUJUDKAN CITA-CITANYA JADI
PENYANYI TERKENAL.


Wajar aja kalau keluarganya nggak ngelarang waktu Charly memutuskan buat merantau ke Bandung untuk jadi musisi. Selain karena punya bakat yang memadai, Charly juga dating dari keluarga dengan darah musik yang kental.
Neneknya yang tinggal di Cirebon adalah sinden wayang yang cukup terkenal di daerahnya dan masih aktif sampai saat ini. Sedangkan uwaknya adalah seorang pemusik dangdut , yang pertama kali mengenalkannya pada dunia musik.
Cowok bernama asli Muhammad Charly Vanhoutten ini awalnya tertarik untuk jadi gitaris, gara-gara uwaknya yang musisi itu pernah memberinya hadiah berupa gitar. Gitar kesayangannya itu lalu dia bawa kemana-mana sebagai instrumen membuat lagu. Nggak disangka-sangka, ternyata Charly banyak orang yang bilang suara Charly cukup merdu untuk jadi seorang vokalis. Akhirnya sejak tahun 1998, saat mulai manggung dari kafe ke kafe bareng teman-temannya, Charly dipercaya untuk memegang posisi vokal.
Buat cowok kelahiran Cirebon, 05 November 1982 ini, musik bukan Cuma sekedar hobi, tetapi juga tujuan hidup. Ini yang jadi
alasan utamanya hijrah ke Bandung dari Cirebon di tahun 2000, yaitu untuk mengambil kuliah jurusan seni musik di Universitas Pasundan Bandung.
Selama di Bandung, Charly mengaku nggak pernah punya tempat tinggal. Biasanya dia menginap di rumah teman atau di studio musik tempatnya latihan. Sedangkan untuk membeli maka, dia tepaksa mengamen di perampatan jalan Dago.
Untungnya perjuangan ini nggak sia-sia, karena pengagum Al Jarreau dan Armand Maulana ini berhasil menelurkan satu album bareng sebuah band bernama Afterclose, sebelum akhirnya ditarik bergabung oleh ST12.
Perannya di ST12 cukup penting, karena hamper semua lirik lagu band ini adalah ciptaan Charly. Bahkan, cowok yang menulis sejak kelas 1 SMP ini sekarang mulai coba-coba membuat lagu untuk dinyanyikan artis lain. Pingkan Mambo dan Aris Idol adalah beberapa diantaranya.
Mengenai Aris, Charly punya alas an sendiri kagum pada salah satu peserta Indonesian Idol itu.
“Waktu itu di salah satu episode Idol, Aris sempat bawain lagu ST12 yang judulnya Rasa Yang Tertinggal. Jujur aja aku sempat nagis liatnya,
Dia bawain lagu itu dengan bagus banget. Dan ternyata latar belakang Aris juga nggak jauh sama aku, dia dulunya pengamen juga. Jadi aku salut lah sama dia, mudah-mudahan aja dia nggak patah semangat,” kata Charly.
Charly bersama ST12 mendapat piala AMI Award12th yang diadakan pada Jumat, 24 April 2009 di Balai Sarbini Plaza Semanggi.

0 komentar:

Posting Komentar